Sebelumnya pastikan anda sudah menginstal aplikasi Revo Uninstaller. Jika belum anda bisa pelajari caranya DISINI. Hanya perlu 5 kali klik.
Jika sudah sekarang luncurkanlah aplikasi Revo Uninstaller anda.
Kliklah icon aplikasi ini 2 kali, sehingga akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:
Sekarang anda tinggal pilih program apa yang ingin anda remove atau
uninstall. Pada contoh ini saya ingin meremove program browser Flock (2.6.1). Karena itu ada 2 cara yang bisa dilakukan. Pertama dengan mengklik tombol Uninstall (lihat no.1). Kedua dengan langsung mengklik ikon Flock (2.6.1) 2 kali (lihat no.2). Maka sesat kemudian akan muncul tampilan seperti ini:
Ini adalah pertanyaan konfirmasi apakah kita benar-benar yakin ingin
mengahpus aplikasi tersebut. Maka saya langsung klik tombol Yes.
Terdapat 4 pilihan jenis uninstalling yang bisa digunakan (lihat no.1).
Tapi pada contoh ini saya menggunakan pilihan default yang sudah
ditentukan secara otomatis, yaitu kategori Moderate. Selanjutnya saya klik tombol Next.
Pada gambar ini tampak kotak hijau bertuliskan angka 1 sampai 4. Saat
ini kotak angka 1 sudah terang menyala. Biarkan proses ini berjalan
sendiri hingga akhirnya keempat kotak hijau tersebut terang menyala. Dan
secara bersamaan kemudian akan muncul fitur uninstall dari program yang
anda ingin remove. Tampilannya tentu tidak persis, tapi setidaknya
prinsipnya sama. Contohnya seperti gambar dibawah ini:
Sekarang kliklah tombol Next.
Pada contoh ini saya mencentang kotak kombo Remove myFlock personal data anda customizations agar semua data apapun yang terkait dengan program ini terhapus dari laptop saya. Kemudian baru menngklik tombol Uninstall.
Ini adalah proses uninstalling sedang berlangsung. Tunggu saja sampai
selesai sendiri dan akhirnya muncul tampilan seperti dibawah ini:
Saya menghilangkan centang pada kotak kombo Tell us wahat you thought of Flock,
yang intinya nanti akan terbuka situs resmi Flock (jika komputer
terhubung dengan Internet) dimana saya akan diminta menjawab apa alasan
saya meremove aplikasi browser ini. Tapi saya tidak ingin melakukannya.
Karena itu saya langsung mengklik tombol Finish.
Nah, sampai disini berarti proses uninstalling aplikasi ini sudah selesai. Tapi saya melihat ikon aplikasi Revo Uninstaller tampak masih aktif pada taskbar.
Karena ingin tahu perintah selanjutnya maka saya mengklik ikon Revo Uninstaller satu kali.
Ternyata tombol Next sedang aktif. Maka saya langsung mengkliknya.
Saya menunggu hingga proses ini berlangsung sampai muncul perintah berikutnya.
Ternyata tombol Next masih muncul dan juga masih aktif. Ini
menunjukkan bahwa prosesnya belum selesai. Dan ini sangat bergantung
pada jenis aplikasi atau software yang dihapus. Ada kalanya sebuah
aplikasi file-file pendukungnya sangat banyak dan menyebar di banyak
folder registry. Tapi ada kalanya hanya sedikit, sehingga proses
uninstallnya juga pendek. Pada contoh ini tampaknya proses pembersihan
registry dari segala sisa file aplikasi Browser Flock masih berlangsung.
Rabu, 19 September 2012
Cara Mempercepat Download Internet Download Manager (IDM)
Cara Mempercepat Download Internet Download Manager (IDM)
Internet Download Manager (IDM)
merupakan Downloader yang paling digemari saat ini. Ada sedikit cara
yang bisa kita tempuh untuk memaksimalkan agar bisa lebih kenceng dan
cepat lagi.
Cara ini dah aku lakukan sendiri dengan hasil yang lebih kenceng, tapi ingat ya jika cara ini dak berhasil, minimal kita telah mencoba hal yang baru.
Jadi tidak ada salahnya kok untuk dicoba. Dan ingat kami tidak menjamin semua modem atau lokasi akan berhasil sama.
Gini cara nya :
Langkah 1 - Pengatuan Internet Download Manager
Semoga Bermanfaat
Cara ini dah aku lakukan sendiri dengan hasil yang lebih kenceng, tapi ingat ya jika cara ini dak berhasil, minimal kita telah mencoba hal yang baru.
Jadi tidak ada salahnya kok untuk dicoba. Dan ingat kami tidak menjamin semua modem atau lokasi akan berhasil sama.
Gini cara nya :
Langkah 1 - Pengatuan Internet Download Manager
- Buka Internet Download Manager - Menu Downloads - Options
- Pilih Tab Connection - ubah Default max. conn. number dari 8 menjadi 16
- Klik Start - Run lalu ketik regedit
- HKEY_CURRENT_USER - Software - Download Manager
- Lihat di jendela sebelah kanan, cari String bertuliskan Connection Speed
- Klik 2x pada String Connection Speed
- Ubah Settingan dari Base ke Decimal
- Isikan angka 2576980377 pada kolom kosong nya.
- Jika sudah, Tekan OK.
- Restart Komputer.
Semoga Bermanfaat
Mengoptimalkan computer dengan TuneUp Utilities 2012 Full Serial
Fungsi TuneUp Utilities sendiri adalah memperbaiki sistem inti dari software computer yaitu sistem operasi.TuneUp Utilities bukan untuk memaksimalkan, tetapi mengoptimalkan.
Yang dioptimalkan oleh TuneUp Utilities adalah:
1. Registry Windows. Wajib untuk di optimalkan karena performance impact-nya terhadap kinerja cukup besar, selain itu registry yang error menyebabkan berbagai masalah pada windows.
2. System. Hal ini mencakup performa windows seperti Defragment, junk file, IE cookies pembersihan shortcut program-program yang hilang.
3. RAM lebih optimal. Pada kondisi standar, windows tak dapat langsung mengosongkan RAM jika anda menutup aplikasi yang cukup besar (mis. Photoshop), dengan menggunakan utility RAM, Windows segera mengosongkan dan mengisi RAM dengan program yang sesuai kebutuhannya.
4. Tampilan Icon, Boot Logo, Logon Screen. Ini hanya untuk memperindah tampilan windows anda. Selain itu, Icon yang tak standar mampu memberikan perbedaan mencolok antara Icon Virus (yang menggunakan icon standar) dengan Icon default yang telah diubah.
Download : TuneUp Utilities 2012 Full Serial
File Location : IndoWebster
File Size : 25 Mb
Password : ramdani
Kamis, 13 September 2012
Antivirus Terbaik 2012 di Dunia, Daftar 20 AntiVirus PC Terbagus
Antivirus Terbaik 2012
apa saja yang paling bagus dalam melindungi Personal Computer (PC) dari
infeksi serangan virus, spyware, trojan, worms, malware dan varian
lainnya yang mengancam keamanan yang dapat merusak sistem pada komputer.
Weblog mengupas secara
tuntas software antivirus dengan merek apa saja yang paling terbaik dari
banyaknya software antivirus tersedia dan memiliki reputasi yang sudah
sangat baik di lokal maupun internasional.
"Virus beserta variannya pada
saat sekarang ini sudah sangat cepat berevolusi menjadi ancaman yang
sangat berbahaya yang mampu merusak dan menghancurkan komputer dengan
cara yang sangat cepat dan juga bisa mencuri berbagai file maupun
identitas yang anda miliki."
Manfaat menginstal Software Antivirus adalah sebagai perangkat lunak keamanan komputer yang mampu memberikan solusi dalam meningkatkan perlindungan terbaik sehingga aktivitas tidak terganggu dari bahaya virus beserta variannya. Memilih antivirus sangat diperlukan agar perlindungan komputer dapat secara maksimal bekerja efektif.
AntiVirus PC Terbaik 2012
di evaluasi berdasarkan berbagai hal baik dari segi keamanan yang
diberikan, fitur user friendly dalam kemudahan penggunaan secara
lengkapnya beberapa hal yang dijadikan dasar menentukan AntiVirus
Terbaik 2012 adalah sebagai berikut :
Ruang Lingkup Perlindungan Antivirus
Antivirus
terbaik harus dapat memberikan secara menyeluruh perlidungan dari
virus, worms, Trojans dan spyware lebih dari itu juga harus sudah bisa
memberikan pertahan dari keylogger, penipuan menggunakan phising dan
juga memberikan perlidungan terhadap email.
Efektivitas Antivirus
Sebuah
antivirus terbaik haruslah sangat efektif dalam bekerja memberikan
perlindungan terhadap komputer yang telah terinstal software antivirus
tersebut. Antivirus harus tanggap dan cepat dalam memberikan perlidungan
dan keamanan secara maksimal.
Kemudahan Instalasi dan Setup Software Antivirus
Antivirus
terbaik juga harus memenuhi kemudahaan dari awal saat melakukan
instalasi dilanjutkan dengan setup yang diperlukan. Antivirus saat
instalasi dan setup harus yang cepat dan mudah begitu juga saat otomatis
melakukan scan untuk yang pertama kalinya.
Kemudahan Penggunaan Antivirus
Kemudahan
dalam menggunakan Antivirus yang telah harus diinstal menjadi poin
penting baik untuk pemula ataupun yang baru mengenal antivirus yang
bersangkutan. Seorang pengguna komputer akan merasaka kemudahan dari
antivirus yang terinstal dan secara fleksibel mampu melakukan apa yang
diinginkan karena kemudahan dari software antivirus tersebut.
Fitur Antivirus
Antivirus
yang bagus adalah yang memiliki paket fitur yang lengkap dalam
memberikan solusi keamanan sehingga akan memberikan manfaat dan kinerja
yang maksimal.
Update Antivirus
Antivirus
yang baik akan selalu memberikan update terbaru secara otomatis seiring
perkembangan virus dan variannya sehingga dapat menjadi secara teratur
dari update database yang dilakukan.
Bantuan dan Dukungan Antivirus
Antivirus
terbaik harus memiliki bantuan maupun dukungan baik secara online
ataupun offline dalam mengatasi berbagai persoalan yang timbul.
Antivirus Terbaik haruslah
memiliki semua kriteria tersebut diatas sehingga secara efektif dan
efisien mampu menjaga komputer dari serangan virus beserta variannya
dengan kemudahan dalam pengoperasian dari awal sampai penggunaan tingkat
lanjutnya. Memang akan lebih terasa lagi bila Antivirus Terbaik di
gunakan pada Laptop Terbaik sehingga keseimbangan akan terjalin dengan sangat baik. Berikut Daftar 20 Software AntiVirus PC Terbaik 2012 di Dunia di evaluasi berdasarkan berbagai kriteria yang telah disebutkan diatas, diantaranya adalah :
- Bitdefender Antivirus Plus
- Kaspersky Anti-Virus
- Panda Antivirus Pro
- F-Secure Anti-Virus
- AVG Anti-Virus
- Avast! Pro Antivirus
- G Data AntiVirus
- BullGuard Antivirus
- Avira AntiVir Premium
- ESET NOD32 Antivirus
- Norton AntiVirus
- Vipre Antivirus
- Trend Micro Titanium Antivirus +
- McAfee AntiVirus Plus
- Webroot Secure Anywhere Antivirus
- CA AntiVirus Plus
- Norman Antivirus & Antispyware
- eScan Anti-Virus
- TrustPort Antivirus
- ZoneAlarm Antivirus +
Empat Teknik Dasar Fotografi
Untuk menghasilkan foto yang menarik
diperlukan keberanian untuk meletakan objek foto tidak selalu ditengah
frame kamera. Biasanya para pemula sering terpaku dengan teori-teori
yang pernah diketahui. Padahal dengan meletakan objek d ipojok frame
juga akan menarik asal dapat menyatu dengan elemen yang ada disekitar
objek. Setiap fotografer mempunyai cara yang berbeda dalam mengambil
kondisi/angle, itu semua tergantung dari sense of art dan banyak memotret.
2. Deph of Field (ketajaman)
Seorang fotografer harus dapat menemukan
ketajaman objek yang akan dijepretnya. Apakah objek tersebut dibuat
fokus semuanya atau hanya objek utama yang fokus sedangkan objek yang
lainnya tidak.
3. Exposure (pencahayaan)
Hasil sebuah foto sangat ditentukan oleh
pencahayaan yang ada. Foto yang baik adalah foto dengan pencahayaan yang
pas, tidak under dan over exposure.
4. Focus (fokus)
Agar foto dapat dilihat dengan enak,objek
yang dihasilkan harus fokus. Seorang fotografer harus dibiasakan
mengambil foto dalam keadaan under pressure agar matanya terlatih dalam melihat objek secara jernih. Saat sekarang kamera dan lensa sudah dilengkapi dengan fitur AF (Auto Focus) yang dapat membantu fotografer.
Secara kasat mata kerja seorang fotografer
tampak seperti datang, memotret lalu pergi. Padahal sesungguhnya kerja
di lapangan hanya sepersekian dari kerja total yang dilakukan
fotografer. Bagian terbesar dari kerja ini justru dipersiapannya.
Persiapan yang paling mendasr adalah
kemampuan teknis. Hal ini tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat.
Perlu waktu beberapa hari sampai bulan untuk menguasai teori fotografi
dasr dan juga pengenalan pada alat yang dipakai. Pada pemakian lensa non otofocus,
harus ada pembiasan dalam dalam memutar gelang fokus. Ada lensa yang
memutar searah jarum jam untuk mendapatkan fokus yang tak terhingga,
namun ada yang sebaliknya. Lampu kilat dari dua jenis dengan merek yang
samapun sering punya aturan penyetelan yang berbeda. Pendeknya seorang
fotografer harus sangat kenal dengan benda-benda yang akan dipakainya.
Hal terpenting yang harus diingat adalah kerja, kerja seorang fotografer
tidak kenal waktu. Kejadian yang harus dipotret bisa datang kapanpun.
Maka, emua peralatan seorang
fotografer juga harus dalam keadaan siap.
Kondisi selalu siap ini bisa dicapai kalau seorang jurnalis foto mampu
mendisiplinkan diri untuk mengembalikan segala sesuatu pada tempatnya
dan pada kondisi terbaiknya.
Maka, akan sangat berguna bagi seorang
fotografer untuk datang awal sebelum waktu pemotretan. Ini beguna untuk
menjaga-jaga kalau ada sesuatu kekurangan alat yang dibawanya, juga
untuk mengetahui segi liputannya. Maka sebuah kalimat yang layak dirijuk
adalah “Fotografer datang paling awal dan pulang paling akhir”, adalah
kalimat yang harus diterapkan kapanpun.
Cara Meng-Cloning / Backup HARDDISK dengan Norton Ghost
Pastilah teman2 yang mempunyai komputer, pernah mengalami yang namanya
install ulang komputer. install ulang tersebut mungkin dikarenakan,
terinfeksi virus, atau karena sebab yang lain. dengan install ulang
tersebut, kita Pastilah butuh waktu yang tidak sedikit,
Dari yang nginstall OSnya, software2nya, Pastilah kita akan jenuh untuk
menungguinya। Ya nggak??? Apabial teman2 nggak mau nunggu lama, ini ada
solusinya yaitu dengan menggunakan cra ghost/backup Hardisk. Adapun
langkah2 nya adalah sbb:
1। Siapkan CD ghostnya yang bisa di downloadsini, kemudian restart komputer, dan mulai masuk booting.
2।

Pilih Nomer 2. start boot cd
3.
Pilih No. 2 Disk clone tools
4.
Pilih no 2 norton ghost
5.
pilih no 8 ghost (normal)
Setelah itu kita tunggu loadingya...
Kemudian klik Yes pada Run...
9.
Untuk backup data pilih saja Harddisk – To Image atau Partition – To Image, tergantung Anda mau membackup seluruh data harddisk atau salah satu partisi saja.
10.
11.
Muncul jendela Select Source, pilih harddisk Anda selanjutnya pilih partisi yang akan di backup (partisi dalam hal ini adalah drive C)
13.

Simpan file image kedalam partisi selain drive C, beri nama file, setelah itu klik Save.
14. Muncul jendela peringatan Use Compression, pilih saja NO, Tunggu hingga proses selesai setelah itu restart komputer Anda.
Jangan pernah menghapus file ghost yang baru saja Anda buat, karena suatu saat pasti Anda butuhkan untuk direstore kembali.
2।

Pilih Nomer 2. start boot cd
3.

Pilih No. 2 Disk clone tools
4.

Pilih no 2 norton ghost
5.

pilih no 8 ghost (normal)
Setelah itu kita tunggu loadingya...
Kemudian klik Yes pada Run...
9.

Untuk backup data pilih saja Harddisk – To Image atau Partition – To Image, tergantung Anda mau membackup seluruh data harddisk atau salah satu partisi saja.
10.

11.

Muncul jendela Select Source, pilih harddisk Anda selanjutnya pilih partisi yang akan di backup (partisi dalam hal ini adalah drive C)
13.

Simpan file image kedalam partisi selain drive C, beri nama file, setelah itu klik Save.
14. Muncul jendela peringatan Use Compression, pilih saja NO, Tunggu hingga proses selesai setelah itu restart komputer Anda.
Jangan pernah menghapus file ghost yang baru saja Anda buat, karena suatu saat pasti Anda butuhkan untuk direstore kembali.
Membuat Installasi Windows XP Di Flashdisk
Banyak cara untuk membuat bootable Windows XP dengan usb flashdisk,
selain untuk menggantikan peran CD dalam installasi Windows, juga terasa
lebih praktis dan bisa dibawa kemana-mana karena bisa diletakkan di
dalam kantong saku anda..
Di sini penulis ingin memaparkan salah satu cara yang cepat dan mudah untuk membuat bootable Windows XP melalui flashdisk dengan menggunakan aplikasi Win Setup From USB, caranya adalah sebagai berikut:
1. Download aplikasi Win Setup From USB v 0.23 di sini
2. Setelah selesai download install ke PC anda
3. Pasang flashdisk yang ingin jadikan bootable Windows XP (Kapasitas minimum flashdisk yang digunakan adalah 1 GB)
4. Buka Win Setup From USB, maka akan tampil tampilan seperti ini:

5. Dari tampilan di atas flashdisk anda sudah terdetect, lalu masukkan CD Windows XP anda, lalu pilih Browse dan pilih lokasi folder atau drive Windows XP anda.

6. Kemudian format terlebih dahulu flashdisk anda dan buat bootable agar flashdisk terbaca saat pertama kali boot lewat komputer.

Kemudian pada pilih FAT 16 (ukuran flashdisk 1-2 GB), pilih FAT 32 (ukuran flashdisk 4 GB ke atas), pilih Boot as HDD, keludian pada boot options pilih XP bootable (NTLDR) lalu klik Prepare Drive, setelah format selesai pilih OK.

7. Setelah proses format selesai kembali pada halaman awal Win Setup From USB dan pilih GO untuk melakukan proses copy file Windows XP dari CD ke flashdisk.

8. Setelah selesai melakukan copy klik OK untuk selesai.
Di sini penulis ingin memaparkan salah satu cara yang cepat dan mudah untuk membuat bootable Windows XP melalui flashdisk dengan menggunakan aplikasi Win Setup From USB, caranya adalah sebagai berikut:
1. Download aplikasi Win Setup From USB v 0.23 di sini
2. Setelah selesai download install ke PC anda
3. Pasang flashdisk yang ingin jadikan bootable Windows XP (Kapasitas minimum flashdisk yang digunakan adalah 1 GB)
4. Buka Win Setup From USB, maka akan tampil tampilan seperti ini:
5. Dari tampilan di atas flashdisk anda sudah terdetect, lalu masukkan CD Windows XP anda, lalu pilih Browse dan pilih lokasi folder atau drive Windows XP anda.
6. Kemudian format terlebih dahulu flashdisk anda dan buat bootable agar flashdisk terbaca saat pertama kali boot lewat komputer.
Kemudian pada pilih FAT 16 (ukuran flashdisk 1-2 GB), pilih FAT 32 (ukuran flashdisk 4 GB ke atas), pilih Boot as HDD, keludian pada boot options pilih XP bootable (NTLDR) lalu klik Prepare Drive, setelah format selesai pilih OK.
7. Setelah proses format selesai kembali pada halaman awal Win Setup From USB dan pilih GO untuk melakukan proses copy file Windows XP dari CD ke flashdisk.
8. Setelah selesai melakukan copy klik OK untuk selesai.
- Note:
• Untuk melakukan installasi lakukan perubahan first boot ke flashdisk anda pada BIOS terlebih dahulu
• Pada saat installasi Windows XP dengan flashdisk jangan mencabut USB Flashdisk sampai PC melakukan 2 kali restart (Proses installasi sama dengan installasi dengan CD)
Partisi Harddisk dengan Easeus Partition Manager
Ada banyak software yang dapat digunakan untuk melakukan partisi harddisk, salah satunya adalah Easeus Partition Manager. Seperti halnya software partisi lainnya, Easeus Partition Manager memiliki fitur untuk membuat, merubah kapasitas partisi, merger partisi dan melakukan hal lain dengan partisi harddisk drive. Easeus Partition Manager merupakan software yang cukup ringan dan bisa didapatkan secara gratis.
Dalam tutorial kali ini saya akan menunjukkan cara mempartisi harddisk dengan Easeus Partition Manager. Berikut langkah-langkah untuk melakukan partisi harddisk dengan Easeus Partition Manager:
1. Download Easeus Partition Manager disini.
2. Lakukan installasi Easeus Partiton Manager.
3. Jalankan Easeus Partition Manager. Kita akan melihat partisi yang sudah ada pada harddisk.
4. Untuk membuat partisi baru, klik pada salah satu partisi. Partisi yang dipilih adalah partisi yang masih mempunyai ruang kosong, karena partisi yang sudah terisi penuh tidak dapat dikurangi untuk membuat partisi baru. Ruang kosong pada partisi yang kita pilih akan berwarna abu-abu. ( Sebagai contoh, partisi yang saya pilih di sini adalah drive D: ).
5. Klik tool Resize/Move, atau bisa juga dari menu Partition >> Resize/Move, atau bisa juga dengan klik kanan pada partisi tersebut >> pilih Resize/Move. Jendela Resize/Move Partition akan terbuka.
6. Jika kita ingin membuat partisi baru dengan ukuran tertentu, berarti kita akan mengurangi ukuran partisi yang kita pilih tersebut.
- Jika kita ingin membuat partisi baru sebelum partisi yang kita pilih, sorot bagian kiri pada bar Size and Position, kemudian tarik ke kanan sesuai ukuran yang kita inginkan. Ukuran partisi baru yang kita buat dapat dilihat di bagian Unallocated Space Before.
- Jika kita ingin membuat partisi baru setelah partisi yang kita pilih, sorot bagian kanan pada bar Size and Position, kemudian tarik ke kiri sesuai ukuran yang kita inginkan. Ukuran partisi baru yang kita buat dapat dilihat di bagian Unallocated Space After.
- Satuan ukuran pada Unallocated Space dan Partition Size adalah MB, jadi jika ingin membuat partisi baru dengan ukuran 10 GB, maka lakukan drag sampai menunjukkan angka kurang lebih 10000 MB pada textbox Unallocated Space.
7. Selanjutnya kita akan membuat partisi baru. Klik pada bagian Unallocated, yaitu partisi yang akan kita buat. Klik tool Create pada toolbar atau dengan klik kanan >> pilih Create. Jendela Create Partition akan terbuka.
8. Beri label, yaitu nama drive yang akan kita buat, pada Partition Label. Pilih File System yang diinginkan, saya sarankan NTFS saja. Pilih Drive Letter yang diinginkan. Kemudian klik OK.
9. Jika semua setting sudah seperti yang kita inginkan, klik tombol Apply untuk melakukan proses partisi. Untuk membatalkan aksi yang kita lakukan klik tombol Undo.
10. Setelah menekan tombol Apply, maka proses partisi akan berlangsung. Biasanya untuk mempartisi harddisk, komputer perlu melakukan restart dan proses akan berlangsung sebelum masuk ke Windows.
11. Setelah proses selesai, periksa drive harddisk Anda. Anda akan melihat perubahan pada ukuran dan jumlah drive harddisk komputer Anda.
Kamis, 09 Agustus 2012
Sejarah Microsoft Windows
SEJARAH WINDOWS
Windows
1.0
Versi pertama Microsoft Windows,
yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis pada tanggal 20 November 1985. Versi
ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas, sehingga kurang
populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak dinamakan dengan
Interface Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian pemasaran di
Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa nama
"Windows" akan lebih "memikat" konsumen. Windows 1.0
bukanlah sebuah sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan
MS-DOS dengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki
masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.
Lebih jauh lagi, Apple yang
menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi kemampuannya. Sebagai contoh,
jendela-jendela di dalam Windows 1.0 hanya dapat ditampilkan di layar secara
"tile" saja, sehingga jendela tersebut tidak dapat saling menimpa
satu sama lainnya. Selain itu, tidak ada semacam tempat yang digunakan untuk
menyimpan berkas sebelum dihapus (Recycle Bin), karena memang Apple
berkeyakinan bahwa mereka memiliki hak terhadap paradigma tersebut. Microsoft
pun kemudian membuang limitasi tersebut dari Windows dengan menandatangani
perjanjian lisensi dengan Apple.
Windows 2.x
Windows versi 2 pun muncul
kemudian pada tanggal 9 Desember 1987, dan menjadi sedikit lebih populer dibandingkan
dengan pendahulunya. Sebagian besar populeritasnya didapat karena kedekatannya
dengan aplikasi grafis buatan Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan
Microsoft Word for Windows. Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari
MS-DOS, untuk kemudian memasuki Windows untuk melakukan operasinya, dan akan
keluar dengan sendirinya saat aplikasi tersebut ditutup.
Microsoft Windows akhirnya
memperoleh peningkatan signifikan saat Aldus PageMaker muncul dalam versi untuk
Windows, yang sebelumnya hanya dapat berjalan di atas Macintosh. Beberapa ahli
sejarahwan komputer mencatat ini sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku
secara signifikan selain buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft
Windows.
Windows versi 2.0x menggunakan
model memori modus real, yang hanya mampu mengakses memori hingga 1 megabita
saja. Dalam konfigurasi seperti itu, Windows dapat menjalankan aplikasi
multitasking lainnya, semacam DESQview, yang berjalan dalam modus terproteksi
yang ditawarkan oleh Intel 80286.
Windows 2.1x
Selanjutnya, dua versi yang baru
dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386 2.1. Seperti halnya versi
Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan model memori modus real, tapi
merupakan versi yang pertama yang mendukung High Memory Area (HMA). Windows/386
2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus terproteksi dengan emulasi
Expanded Memory Specification (EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM),
pendahulu spesifikasi Extended Memory Specification (XMS) yang kemudian pada
akhirnya mengubah topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows
dan berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real, yang berjalan di
atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual 8086, yang
merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.
Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0
mendapatkan tuntutan dari Apple karena memang versi 2.1 ini memiliki modus
penampilan jendela secara cascade (bertumpuk), selain beberapa fitur sistem
operasi Apple Macintosh yang "ditiru" oleh Windows, utamanya adalah
masalah tampilan/look and feel. Hakim William Schwarzer akhirnya membatalkan
semua 189 tuntutan tersebut, kecuali 9 tuntutan yang diajukan oleh Apple
terhadap Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989.
Kesuksesan
dengan Windows 3.0
Microsoft Windows akhirnya
mencapai kesuksesan yang sangat signifikan saat menginjak versi 3.0 yang
dirilis pada tahun 1990. Selain menawarkan peningkatan kemampuan terhadap
aplikasi Windows, Windows 3.0 juga mampu mengizinkan pengguna untuk menjalankan
beberapa aplikasi MS-DOS secara serentak (multitasking), karena memang pada
versi ini telah diperkenalkan memori virtual. Versi ini pulalah yang menjadikan
IBM PC dan kompatibelnya penantang serius terhadap Apple Macintosh. Hal ini
disebabkan dari peningkatan performa pemrosesan grafik pada waktu itu (dengan
adanya kartu grafis Video Graphics Array (VGA)), dan juga modus
terproteksi/modus 386 Enhanced yang mengizinkan aplikasi Windows untuk memakai
memori lebih banyak dengan cara yang lebih mudah dibandingkan dengan apa yang
ditawarkan oleh MS-DOS.
Windows 3.0 dapat berjalan di
dalam tiga modus, yakni modus real, modus standar, dan modus 386 Enhanced, dan
kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286,
hingga 80386. Windows 3.0 akan mencoba untuk mendeteksi modus mana yang akan
digunakan, meski pengguna dapat memaksa agar Windows bekerja dalam modus
tertentu saja dengan menggunakan switch-switch tertentu saat menjalankannya
* win /r: memaksa Windows untuk
berjalan di dalam modus real
* win /s: memaksa Windows untuk
berjalan di dalam modus standar
* win /3: memaksa Windows untuk
berjalan di dalam modus 386 Enhanced.
Versi 3.0 juga merupakan versi
pertama Windows yang berjalan di dalam modus terproteksi, meskipun kernel 386
enhanced mode merupakan versi kernel yang ditingkatkan dari kernel modus
terproteksi di dalam Windows/386.
Karena adanya fitur
kompatibilitas ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus dikompilasi dengan
menggunakan lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali tidak menggunakan kemampuan
mikroprosesor Intel 80386, yang notabene adalah prosesor 32-bit.
Windows 3.0 juga hadir dalam
versi "multimedia", yang disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia
Extensions 1.0, yang dirilis beberapa bulan kemudian. Versi ini dibundel dengan
keberadaan "multimedia upgrade kit", yang terdiri atas drive CD-ROM
dan sebuah sound card, seperti halnya Creative Labs Sound Blaster Pro. Versi
ini merupakan perintis semua fitur multimedia yang terdapat di dalam
versi-versi Windows setelahnya, seperti halnya Windows 3.1 dan Windows for
Workgroups, dan menjadi bagian dari spesifikasi Microsoft Multimedia PC.
Fitur-fitur yang disebutkan di
atas dan dukungan pasar perangkat lunak aplikasi yang semakin berkembang
menjadikan Windows 3.0 sangat sukses di pasaran. Tercatat, dalam dua tahun
sebelum dirilisnya versi Windows 3.1, Windows 3.0 terjual sebanyak 10 juta
salinan. Akhirnya, Windows 3.0 pun menjadi sumber utama pemasukan Microsoft,
dan membuat Microsoft melakukan revisi terhadap beberapa rencana awalnya.
Beralih sementara ke OS/2
Selama pertengahan hingga akhir 1980an, Microsoft dan IBM bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut sebagai IBM OS/2. OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan oleh mikroprosesor Intel 80286 dan mampu mengakses memori hingga 16 Megabyte. OS/2 1.0 dirilis pada tahun 1987, yang memiliki fitur swapping dan multitasking, selain tentunya mengizinkan aplikasi MS-DOS untuk berjalan di atasnya.
OS/2 versi 1.0 hanyalah sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks/command line saja. OS/2 versi 1.1 yang dirilis pada tahun 1988 menawarkan antarmuka grafis, yang disebut dengan Presentation Manager (PM). Presentation Manager ini menggunakan sistem koordinat yang sama dengan koordinat Cartesius, berbeda dengan sistem operasi Windows dan beberapa sistem GUI lainnya. Penggunaan sistem koordinat tersebut menyebabkan titik x,y 0,0 pada OS/2 diletakkan pada pojok kiri bawah layar, sementara pada Windows, peletakannya pada pojok kiri atas. OS/2 versi 1.2, yang dirilis pada tahun 1989, memperkenalkan sebuah sistem berkas baru, yang disebut dengan High Performance File System (HPFS), yang ditujukan untuk menggantikan sistem berkas File Allocation Table (FAT).
Pada awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang akibat munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling bekerja sama dalam mengembangkan sistem operasi komputer pribadi masing-masing (IBM dengan OS/2 dan Microsoft dengan Windows-nya), keduanya memiliki akses terhadap kode masing-masing sistem operasi. Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa semua pekerjaan masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2. Dalam sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft akhirnya setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk menggantikan OS/2 versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus mengembangkan sebuah sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan kemudian menggantikan OS/2 versi 2.0.
Persetujuan ini pun tidak berlangsung lama, sehingga hubungan IBM dan Microsoft pun dihentikan. IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2, sementara Microsoft mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum dirilis) menjadi Windows NT. Keduanya masih memiliki hak untuk menggunakan teknologi OS/2 dan Windows yang sudah dibentuk sampai pemutusan persetujuan; akan tetapi, Windows NT benar-benar ditulis sebagai sebuah sistem operasi yang baru dan sebagian besar kode bebas dari kode IBM OS/2.
Setelah versi 1.3 dirilis untuk untuk membenarkan beberapa masalah dalam OS/2 versi 1.x, IBM akhirnya merilis OS/2 versi 2.0 pada tahun 1992. Versi 2.0 ini menawarkan peningkatan yang signifikan, yakni sebuah GUI berorientasi objek, yang disebut dengan Workplace Shell (WPS), yang mencakup di dalamnya sebuah dekstop dan dianggap oleh banyak orang merupakan fitur terbaik di dalam OS/2. Microsoft pun akhirnya "menjiplak" beberapa elemen dari Workplace Shell pada sistem operasi Windows 95 yang dirilis tiga tahun kemudian. Versi 2.0 juga menawarkan API yang mendukung penuh instruksi 32-bit milik Intel 80386, sehingga menawarkan fitur multitasking yang bagus dan mampu mengalamatkan memori hingga 4 gigabyte. Meskipun demikian, banyak hal di dalam internal sistem masih menggunakan kode 16-bit, yang mengharuskan device driver juga harus ditulis dengan menggunakan kode 16-bit juga, selain tentunya beberapa hal internal lainnya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa OS/2 kekurangan driver perangkat keras. Versi 2.0 juga mampu menjalankan aplikasi DOS dan Windows 3.0, karena memang IBM juga masih memiliki hak untuk menggunakan kode DOS dan Windows setelah "perceraian" hubungan antara mereka.
Selama pertengahan hingga akhir 1980an, Microsoft dan IBM bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut sebagai IBM OS/2. OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan oleh mikroprosesor Intel 80286 dan mampu mengakses memori hingga 16 Megabyte. OS/2 1.0 dirilis pada tahun 1987, yang memiliki fitur swapping dan multitasking, selain tentunya mengizinkan aplikasi MS-DOS untuk berjalan di atasnya.
OS/2 versi 1.0 hanyalah sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks/command line saja. OS/2 versi 1.1 yang dirilis pada tahun 1988 menawarkan antarmuka grafis, yang disebut dengan Presentation Manager (PM). Presentation Manager ini menggunakan sistem koordinat yang sama dengan koordinat Cartesius, berbeda dengan sistem operasi Windows dan beberapa sistem GUI lainnya. Penggunaan sistem koordinat tersebut menyebabkan titik x,y 0,0 pada OS/2 diletakkan pada pojok kiri bawah layar, sementara pada Windows, peletakannya pada pojok kiri atas. OS/2 versi 1.2, yang dirilis pada tahun 1989, memperkenalkan sebuah sistem berkas baru, yang disebut dengan High Performance File System (HPFS), yang ditujukan untuk menggantikan sistem berkas File Allocation Table (FAT).
Pada awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang akibat munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling bekerja sama dalam mengembangkan sistem operasi komputer pribadi masing-masing (IBM dengan OS/2 dan Microsoft dengan Windows-nya), keduanya memiliki akses terhadap kode masing-masing sistem operasi. Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa semua pekerjaan masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2. Dalam sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft akhirnya setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk menggantikan OS/2 versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus mengembangkan sebuah sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan kemudian menggantikan OS/2 versi 2.0.
Persetujuan ini pun tidak berlangsung lama, sehingga hubungan IBM dan Microsoft pun dihentikan. IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2, sementara Microsoft mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum dirilis) menjadi Windows NT. Keduanya masih memiliki hak untuk menggunakan teknologi OS/2 dan Windows yang sudah dibentuk sampai pemutusan persetujuan; akan tetapi, Windows NT benar-benar ditulis sebagai sebuah sistem operasi yang baru dan sebagian besar kode bebas dari kode IBM OS/2.
Setelah versi 1.3 dirilis untuk untuk membenarkan beberapa masalah dalam OS/2 versi 1.x, IBM akhirnya merilis OS/2 versi 2.0 pada tahun 1992. Versi 2.0 ini menawarkan peningkatan yang signifikan, yakni sebuah GUI berorientasi objek, yang disebut dengan Workplace Shell (WPS), yang mencakup di dalamnya sebuah dekstop dan dianggap oleh banyak orang merupakan fitur terbaik di dalam OS/2. Microsoft pun akhirnya "menjiplak" beberapa elemen dari Workplace Shell pada sistem operasi Windows 95 yang dirilis tiga tahun kemudian. Versi 2.0 juga menawarkan API yang mendukung penuh instruksi 32-bit milik Intel 80386, sehingga menawarkan fitur multitasking yang bagus dan mampu mengalamatkan memori hingga 4 gigabyte. Meskipun demikian, banyak hal di dalam internal sistem masih menggunakan kode 16-bit, yang mengharuskan device driver juga harus ditulis dengan menggunakan kode 16-bit juga, selain tentunya beberapa hal internal lainnya. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa OS/2 kekurangan driver perangkat keras. Versi 2.0 juga mampu menjalankan aplikasi DOS dan Windows 3.0, karena memang IBM juga masih memiliki hak untuk menggunakan kode DOS dan Windows setelah "perceraian" hubungan antara mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)












